Aplikasi Fintech Bebasbayar

5 Batasan Informasi Aplikasi Fintech Bebasbayar pada Pihak Ketiga

Apa yang dimaksud sebagai pihak ketiga adalah pihak di luar Anda dan pihak pengelola aplikasi fintech Bebasbayar. Keamanan Bebasbayar boleh jadi sangat tinggi. Tapi kalau dari pihak ke-2 (Anda) membeberkan informasi rahasia Anda, tentu bisa gawat. Oleh karena itu, perusahaan telah memberi 5 batasan informasi pada pihak ketiga biar selalu aman.

1. Perusahaan Tidak akan Membeberkan Informasi Pribadi Anda

Pihak ketiga yang menelusuri seisi Bebasbayar hanya akan diberikan informasi sewajarnya. Informasi tersebut meliputi menu-menu umum, seperti cara mendaftar keanggotaan Bebasbayar, daftar layanan yang tersedia, affiliate program, dan lainnya. Sedikit pun tentang informasi Anda tidak akan dibeberkan pada pihak ketiga.

Bahkan transaksi berupa transfer deposit saldonya hanya dikenakan untuk member Bebasbayar. Baik username, password, sisa saldo milik Anda akan disembunyikan oleh perusahaan. Terutama password. Bahkan perusahaan pun tidak memiliki hak untuk mengetahui password milik Anda.

2. Pihak Ketiga Baru Bisa Mengakses Atas Seizin Anda

Semuanya menjadi hak akses Anda. Pihak ketiga memang bisa mengakses data-data milik Anda, tetapi dengan syarat diizinkan oleh Anda sendiri. Misalnya dengan memberikan password Anda karena tengah berada di tempat jauh. Sedangkan di sekeliling Anda tidak ada ATM atau mesin apa pun untuk mengirim dana demi top-up saldo.

Pada saat itu, Anda benar-benar lagi membutuhkannya. Misal kecelakaan di saat pembayaran premi asuransi jatuh tempo. Maka, hubungi saja pihak ketiga. Katakanlah seperti adik kandung Anda. Soalnya kalau orang lain bisa tidak amanah. Ketika asuransi sudah aktif kembali, Anda pun bisa langsung klaim dan bantuan datang.

3. Pihak Perusahaan Memiliki Wewenang Kalau Anda Melanggar Aturan

Aplikasi fintech Bebasbayar ini betul-betul bertindak secara profesional dalam perkara yang menyangkut hukum. Katakanlah suatu hari Anda melanggar aturan yang sudah diberlakukan oleh Bebasbayar. Misalnya penipuan dalam memberikan layanan jasa pembayaran tagihan bulanan semacam PLN, PDAM.

Dalam rangka investigasi penipuan tersebut, perusahaan akan mengumpulkan kedua belah pihak yang terlibat. Baik pihak kedua maupun pihak ketiga. Informasi Anda per transaksinya dalam aplikasi pun akan didedah dan ditunjukkan pada korban. Hal ini bertujuan agar bisa cepat diselesaikan tanpa memberi celah untuk berkelit sekalipun.

4. Atas Surat Kuasa Anda, Perusahaan boleh Memberikan Informasi Anda

Surat kuasa ini harus ditanda-tangani di atas materai. Bentuk tanda tangannya tidak boleh diwakilkan. Isi surat kuasa hanya boleh diketahui oleh Anda, pihak ketiga, dan juga perusahaan. Selain itu tidak boleh. Soalnya kalau sampai pihak lainnya tahu, surat itu bisa dimanipulasi menjadi hak akses ke akun pribadi Anda. Sedangkan perusahaan itu netral.

Netral bagaimana? Bertindak sesuai fakta yang ada. Oleh karena itu, percayakan surat kuasa tersebut ke orang yang benar-benar bisa dipercaya. Soalnya kalau sampai diketahui oleh orang lain dan disalahgunakan, Anda yang rugi. Bisa-bisa isi saldo dalam aplikasi dikuras habis. Apalagi kalau jumlahnya sangat banyak. Sedangkan Anda tidak bisa apa-apa.

5. Perusahaan Pengganti Punya Hak Akses ke Akun Anda

Tidak ada yang tahu kalau suatu hari perusahaan Bebasbayar berganti owner. Siapa tahu. Nah, pada saat itu, informasi yang sebelumnya hanya diketahui oleh perusahaan lama, secara otomatis akan pindah tangan. Di sini yang dinamakan pihak ketiga adalah perusahaan pengganti tersebut. Tenang saja. Tidak berbahaya kok.

Mengingat keamanan aplikasi fintech Bebasbayar itu sangat tinggi, aman atau tidak selanjutnya berada di tangan Anda. Kalau bisa, simpan segala informasi yang bersifat pribadi di tempat yang sangat aman. Misalnya di dalam aplikasi memo khusus. Kemudian beri sentuhan keamanan pola yang rumit agar HP tidak gampang dibuka oleh orang lain.