Pedoman Penyembelihan Hewan Sapi Qurban yang Harus Anda Ikuti

Pedoman Penyembelihan Hewan Sapi Qurban yang Harus Anda Ikuti

Qurban adalah ajaran yang ada pada agama Islam untuk menyembelih hewan. Tujuannya untuk memperingati bulan haji bagi yang tidak berangkat naik haji dan bersedekah kepada orang fakir. Hasil dari sapi qurban berupa dagingnya harus aman dikonsumsi orang lain. Proses perlakuan hewan qurban dari sebelum disembelih hingga selesai harus dipenuhi. Berikut pedomannya.

  1. Perlakuan Hewan Sebelum Disembelih

Kegiatan hewan qurban sampai disembelih harus melalui proses yang cukup panjang. Hewan yang akan digunakan tentu perlu dibawa dari setiap wilayah penghasil hewan untuk qurban. Proses pertama yaitu perlakuan hewan qurban sebelum dilakukan penyembelihan. Hal ini penting agar hewan qurban tidak stres atau sakit saat ingin disembelih nantinya.

Pemeriksaan bisa diawali dengan pengecekan ante mortem oleh petugas berwenang. Ante mortem merupakan kegiatan pemeriksaan bagian luar hewan sebelum dilakukan pemotongan. Hewan yang akan digunakan harus sehat secara klinis seperti tidak cacat, hidung normal, mata normal, jantun dan paru-paru normal. Umur hewan harus sudah memenuhi syarat untuk dijadikan hewan qurban.

Selanjutnya perlakuan hewan harus dilakukan secara wajar dengan memperhatikan asas kesejahteraan hewan meliputi pemberian pakan hewan, minum dan pembuatan kandang sementara yang layak. Hewan yang akan digunakan untuk qurban sebaiknya diistirahatkan minimal tiga haris sebelum disembelih. Hal ini untuk hewan agar tidak stres dan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Pedoman Penyembelihan Hewan Sapi Qurban yang Harus Anda Ikuti

  1. Tata Cara Penyembelihan Halal

Tahap kedua yaitu pedoman saat Anda melakukan penyembelihan sesuai syariat islam. Langkah pertama hewan yang akan diqurban harus dirobohkan dengan bagian dada menghadap ke arah qiblat. Lalu hewan qurban harus disembelih dengan mengucap basmallah sambil menyembelih hewan dan memutus 3 saluran pada leher hewan. Gunakan pisau yang tajam saat menyembelihnya.

Saluran yang diputus yaitu saluran makanan, saluran pembuluh darah dan saluran nafas. Menyembelih harus dengan sekali tekan tanpa mengangkat pisau dari leher. Proses selanjutnya menunggu hewan qurban benar-benar mati sempurna. Proses perlakuan hewan qurban setelah disembelih dapat  dilakukan pada posisi digantung pada kaki bagian belakang.

Ikat saluran makanan dan anus agar isi lambung tidak mencemari daging. Kegiatan pengulitan dilakukan secara saksama dan dimulai dari membuat sayatan pada bagian tengah sepanjang bagian kulit dada dan perut. Bersihkan isi rongga perut secara perlahan agar tidak sobek serta pisahkan jeroan merah (hati, jantung, limpa, ginjal) dengan jeroan hijau (usus, lambung, lemak).

  1. Penanganan Daging Qurban

Tahap ini sebagai tahap terakhir pedoman penanganan daging qurban. Penanganan, penyimpanan dan pengemasan daging qurban sebaiknya harus selalu terpisah dari jeroan dan dikemas menggunakan kemasan plastik bening. Usahakan petugas yang menangani daging harus selalu menjaga kebersihan diri juga menjaga lingkungan tempat penanganan hasil daging qurban.

Kebersihan yang bisa dilakukan yaitu memakai pakaian bersih, mencuci tangan setiap kali menyentuh atau memegang benda kotor. Setelah dari toilet juga harus bersih dan tidak boleh merokok selama mengurus daging kurban serta tidak meludah sembarangan. Anda juga harus mendistribusikan daging segera ke orang lain dan tidak boleh tanpa pendingin lebih dari 4 jam.

Pedoman ini harus Anda lakukan dengan baik dan urut. Daging sapi qurban yang nanti Anda berikan akan mendapat pahala besar apabila mendatangkan kebaikan bagi yang mengonsumsinya. Niatkan berqurban hanya untuk mendapat ridho Allah SWT. Segera tunaikan berqurban bagi Anda yang mampu dan bersedekah untuk membantu orang banyak.