Perkembangan manusia dilengkapi dengan adanya budaya patriarki. Budaya patriarki adalah salah satu budaya yang berkembang di masyarakat dunia. Budaya ini merupakan budaya yang menunjukkan adanya penguasaan dari pihak yang lebih kuat atas pihak yang lebih lemah. Pihak yang lebih kuat bisa datang dalam bentuk apa saja, begitu pula dengan pihak yang lemah. Namun, seiring berkembangnya masyarakat yang mendiami planet bumi, pihak yang kuat lebih di identikan dengan laki-laki, sementara pihak yang lemah identik dengan perempuan. Budaya patriarki kemudian mendapat perlawanan. Perlawanan tersebut berupa gerakan feminisme. para feminis di seluruh dunia menyuarakan aspirasinya berupa keinginan dari para perempuan untuk mendapat hak yang sama dengan laki-laki. Perempuan tidak lagi ingin suaranya dibungkam sehingga ide-idenya tidak bisa didengar oleh dunia. Oleh karena itu, feminis terus berjuang hingga sekarang sampai tujuannya bisa tercapai. Karena digerakkan oleh banyak orang, feminisme memiliki banyak cabang. Cabang dari feminisme selalu menyuarakan aspirasi perempuan, tapi dengan dasar konsep yang berbeda. Dari sekian banyak cabang feminisme, ada beberapa hal yang tidak perlu kamu lakukan agar statusmu sebagai pejuang feminisme tidak lagi terganggu. Apa saja? Berikut ini penjelasannya.

  1. Status perempuan dijadikan alasan

Para feminisme tidak ingin memenangkan suatu argumen atau permasalahan hanya karena perempuan. Status perempuan yang kamu sandang bukan menjadi alasan bahwa semua orang harus mengalah kepadamu. Para feminis yakin kedudukannya bisa sama dengan laki-laki karena ide dan pemikiran yang dipunya. Tentu kamu masih sering mendengar banyak perempuan yang menjadikan kata “perempuan” sebagai alasan. Padahal bila di setiap kesempatan kamu menggunakan alasan tersebut, integritasmu justru bisa dipandang lebih rendah, lho.

  1. Tidak perlu risih dengan perempuan lain yang memiliki sudut pandang yang berbeda

Sebagai seorang feminis, harusnya kamu terbuka dengan semua sudut pandang dan pemikiran yang bisa dimiliki oleh banyak orang. Seorang feminis tidak akan merasa risih bila mendengarkan pendapat orang lain yang berbeda dengan pendapat yang dimilikinya. Justru dengan mendengar pendapat atau pemikiran orang lain, seorang feminis bisa menjadikan hal tersebut bahan belajar sehingga wawasannya menjadi lebih terbuka. Bila tidak setuju dengan pendapat orang lain, feminis akan semakin rajin mencari bahan literasi lain agar pendapatnya bisa lebih kuat.

  1. Tidak membenarkan tindak kekerasan apapun

Para pendiri gerakan feminisme pertama kali menyuarakan aspirasinya bukan untuk menyebabkan perpecahan antara laki-laki dan perempuan, lho. Para feminis memiliki kesadaran bahwa semua kemajuan yang ada di dunia bisa didapat dengan lebih baik bila laki-laki dan perempuan bisa bersatu dalam menjalankan setiap pembangunan. maka dari itu, perempuan yang mengaku feminis, tapi menyetujui tindak kekerasan perempuan lain yang dilakukan kepada laki-laki tentu bukan tindakan yang benar untuk dilakukan.

  1. Terkait pelecehan seksual, semuanya bisa memiliki kemungkinan untuk melakukan

Sebagai seorang feminis, tentunya kamu harus memiliki kesadaran bahwa perempuan juga bisa melakukan pelecehan. Meski selama ini masih banyak berita yang hanya berfokus pada pelecehan seksual yang dilakukan pria, bukan berarti perempuan tidak memiliki kemungkinan untuk melakukan. Selalu melihat permasalahan pelecehan seksual dari beberapa sudut pandang bisa dijadikan pilihan ketika menilai suatu permasalahan.

Salah satu permasalahan yang masih banyak terjadi adalah para feminis yang tidak ingin memperkaya ilmunya dengan rajin membaca atau mencari literasi. Para feminis yang tidak ingin menambah ilmunya tentu saja menjadi berbahaya karena tidak bisa melihat berbagai macam permasalahan dari sudut pandang yang berbeda.

shares