Banyak orang pernah merasakan telapak kaki terasa panas yang membuat beberapa aktivitas menjadi terganggu. Gejala – gejala tersebut biasanya mempengaruhi pergerakan tubuh dari penderitanya. Dalam dunia kedokteran gejala – gejala tersebut biasanya adalah awal mula dari suatu penyakit. Penyakit – penyakit yang ditimbulkan oleh gejala tersebut juga banyak. Salah satu yang sering kali disalah artikan adalah penyakit neuropati dan stroke. Kedua penyakit ini sering kali di samakan walau dalam dunia kedokteran terdapat beberapa perbedaan tentang penyakit ini. Perbedaan – perbedaan tersebut terletak dari gejala dan penyebab penyakit tersebut bisa terjadi.  Sekilas kedua penyakit ini memang dikenal sebagai penyakit yang menyerang syaraf akan tetapi, apakah kedua penyakit ini sama?

Stroke dan Neuropati mempunyai beberapa perbedaan. Perbedaan tersebut yang dapat digunakan untuk mendiaknosis apakah gejala yang ditumbalkan adalah gejala stroke ataupun neuropati. Perbedaan – perbedaan dari stroke dan neuropati antara lain:

  1. Penyebab yang berbeda.

Penyebab dari neuropati adalah penyakit syaraf. Syaraf – syaraf yang mengalami gangguan akan menyebabkan terjadinya penyakit ini. Penyakit ini tidak berhubungan dengan otak sehingga anggota tubuh yang mengalami penyakit ini masih bisa digunakan.

Penyebab dari stroke adalah kurangnya aliran darah yang mengalir ke otak. Darah adalah pengangkut oksigen dalam tubuh. Saat asupan oksigen dan darah berkurang maka sering kali si penderita akan mengalami pusing dan tiba – tiba pingsan. Untuk penyakit stroke gejala yang paling sering adalah tubuh tidak bisa menggerakan salah satu anggota tubuh mereka dan anggota tubuh menjadi kaku.

  1. Masa terjadinya

Dalam beberapa kasus Stroke dan neuropathi sering kali terjadi secara bersamaan hingga membuat banyak orang bingung dalam membedakannya. Akan tetapi pada penyakit stroke gejala yang terjadi bisa sangat tiba – tiba. Fungsi tubuh yang tiba – tiba hilang membuat kondisi seperti ini sangat berbahaya jika tidak segera ditangani oleh orang – orang yang berwenang. Sedangkan pada neurophati gejala yang muncul tidak selalu berbahaya akan tetapi lebih sering menganggu. Gejala – gejala pada penyakit ini biasanya akan hilang untuk beberapa waktu akan tetapi untuk penyakit stroke gejala – gejala tersebut akan permanen jika tidak segera di obati.

  1. Tanda – tanda yang ditimbulkan

Pada penyakit stroke dan neuropati gejala yang ditimbulkan hampir sama. Gejala – gejala tersebut sering kali disamakan hingga membuat banyak orang awam menyamakan penyakit ini. perbedaan gejala yang paling mudah dilihat adalah reflek dari si penderita. Kedua penyakit ini adalah penyakit yang sama – sama menyerang syaraf. Pada seorang penderita neuropathi reflek yang ditunjukan oleh bagian tubuh tertentu direspon cukup lambat. Akan tetapi tubuh tersebut masih dapat merespon rangsangan dari luar. Pada penyakit stroke si penderita sudah tidak dapat merasakan rangsangan dan tidak bisa menanggapi rangsang. Dalam dunia medis hal itu biasanya di kategorikan pada tubuh yang mati atau tidak bisa menanggapi rangsang. Sering kali hal ini terjadi pada para penderita penyakit stroke yang mana kaki ataupun tangan mereka tidak dapat digerakkan dan bahkan digunakan untuk menanggapi rangsang.

  1. Pengobatan

Beda penyakit tentu juga beda acara pengobatannya. Penyakit neurophati masih dapat disembuhkan dengan mengikuti aturan – aturan dokter. Aturan tersebut bisa berbeda tergantung dari seberapa tingkat keparahan penyakit tersebut. Penanganan yang tepat akan membuat neuropathi sembuh. Pada penyakit stroke pengobatan juga dibedakan menjadi banyak jenis. Setiap pengobatan tersebut juga tergantung dari seberapa parah dan menghawatirkan penyakit tersebut. Para penderita stroke sering kali tidak dapat menggerakkan anggota tubuh mereka. Anggota tubuh mereka telah mati dan tidak dapat menanggapi rangsang. Pada beberapa kasus yang tidak terlalu parah penderita dapat melakukan terapi – terapi yang akan ditangani oleh professional di rumah sakit. Pada konsidi yang parah dimana tubuh sudah tidak mampu lagi merespon rangsang pengobatan secara intensive di rumah sakit harus di lakukan. Sering kali keluarga yang memiliki anggota rumah mengalami penyakit ini lebih memilih merawat di rumah. Selain karena biaya perawatan intensif di rumah sakit yang tinggi. Pengobatan – pengobatan tradisional juga masih sangat dipercaya.

shares